Soal Gelombang Kedua COVID-19, Pakar: Bukan Indonesia yang Harus Takut dengan Negara Luar
Satuan tugas Perlakuan COVID-19 minta Indonesia untuk siaga teror gelombang ke-2 wabah COVID-19, yang disampaikan di sejumlah negara.
judi slot online terbesar meraih keuntungan besar di judi slot teraman
Hal tersebut dikatakan Juru Berbicara serta Koordinator Team Ahli Satuan tugas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam pertemuan persnya dari Graha BNPB, Jakarta pada Kamis tempo hari.
"Di beberapa penjuru dunia sekarang ini, masalah COVID-19 turun serta ketika bertepatan, ada yang alami kenaikan bahkan juga tampil peristiwa second wave (gelombang ke-2 )," katanya.
Berkaitan ini, ahli kesehatan warga Hermawan Saputra menjelaskan jika sekarang ini, sebenarnya bukan Indonesia yang perlu cemas akan penyebaran di luar negeri.
"Saat ini ini bukanlah Indonesia yang takut dengan luar negeri, tapi luar negeri yang takut dengan Indonesia," kata Hermawan.
"Jadi jika negara lain di dunia menyaksikan Indonesia selaku negara yang masalah COVID-19 nya belum teratasi," katanya waktu dikontak Health Liputan6.com pada Jumat (13/11/2020).
Dia menjelaskan, beberapa negara masih tutup atau minimal batasi penerbangan dari Indonesia.
"Untuk Arab Saudi kan cukup berlainan sebab perjalanan Umrah, jadi prosedur kesehatannya juga ketat, sebelum dan setelah sampai harus karantina mandiri, harus kontrol PCR, dengan prosedur yang ketat sekali," kata Hermawan.
"Jika antar negara di luar Arab kan kunjungannya rekreasi, jadi ini keperluan sekunder atau tersier." Menurut Hermawan, alasan besar berkaitan dibukanya beribadah Umrah juga sebenarnya dikerjakan oleh Arab Saudi.
"Menjadi yang jadi alasan itu negara yang lain menimbang Indonesia, bukan Indonesia yang menimbang negara lain."
Indonesia sendiri dinilai belum melalui gelombang pertama pandemi COVID-19, menurut dia pucuk masalah masihlah jauh.
Tentang hal, gelombang satu pandemi bisa juga disebutkan teratasi jika dalam dua minggu beruntun, kemampuan kontrol masih serta konstan, tetapi penemuan masalah turun. "Di kita, lembah naik itu masihlah jauh disebutkan pucuknya," katanya.
Kemampuan kontrol COVID-19 yang terbatas, dipandang Hermawan, selaku pemicu rendahnya penemuan masalah. Ini munculkan asumsi jika masalah di Indonesia termasuk konstan.
"Tiap hari kan ada informasi oleh Satuan tugas, di sana ada kontrol spesimen, itu naik-turun. Saat ini di atas 40 beberapa ribu, tapi sempat 25 beberapa ribu, jadi fluktuasi kemampuan testing itu mengakibatkan fluktuasi masalah penemuan."
"Jadi di kita tidak dapat disebutkan jika masalahnya teratasi. Masihlah jauh,"
Hermawan meneruskan, dalam negeri saja banyak warga yang mulai tidak perduli pada keadaan wabah.
"Jadi sesungguhnya kita belum mempunyai proses kendalian untuk mengatur transmisi, jadi dapat kita ucapkan gelombang ke-2 itu belum ada, kita masih berseluncur di gelombang pertama."
Hermawan sendiri akui tidak dapat mempertimbangkan kapan gelombang ke-2 akan masuk di Indonesia. Sudah pasti, dia mengharap supaya peristiwa ini tidaklah sampai berlangsung.
"Tapi kita mengharap semua disiplin, pemerintahan perkuat 3T (Tracing, Testing, Treatment), warga berperangai dengan disiplin 3M (memakai masker, membersihkan tangan, jaga jarak)."
Jika Indonesia akan buka perjalanan antar negara, harus ditegaskan jika hal tersebut karena kebutuhan yang benar-benar fundamental.
"Jika misalkan cuman kebutuhan pariwisata, saya pikir itu semestinya bukan fokus, tapi jika kebutuhan usaha, profesional, kemungkinan itu keharusan tapi harus dengan kriteria yang ketat" misalkan dengan surat kontrol bebas COVID-19
Sesaat untuk warga, 3M sekarang ini bukan kembali sebatas anjuran. Hermawan memperjelas jika prosedur kesehatan saat ini adalah "kebenaran atau keharusan."
"Ini bukanlah kembali anjuran, tidak lagi suatu hal yang penting tanda pertanyaan, tapi perlu jadi keharusan bersama, sebab kita bisa jadi tahun ini serta tahun depannya masih bersama COVID-19 ini."
Bermacam langkah dilakukan untuk tangani wabah covid-19 di tengah-tengah warga. Diantaranya cara penjagaan dengan tingkatkan kepatuhan prosedur 3M, apakah itu?
